BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penulisan karya ilmiah
merupakan salah satu kegiatan pokok di universitas. Karya ilmiah merupakan
karya tulis yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuan,tekhnologi dan
kesehatan. Karya ilmiah ditulis sesuai dengan tata cara ilmiah,dan mengikuti
pedoman ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan oleh suatu lembaga
pendidikan tinggi.
Melalui pembuatan
karya ilmiah, masyarakat akademik pada suatu universitas dapat mengomunikasikan
informasi baru,gagasan,kajian atau hasil penelitian. Pelaporan karya ilmiah
memerluakan suatu pedoman tentang pembuatan karya ilmiah , khususnya karya
tulis ilmiah.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara memilih
dan menentukan masalah?
b. Mengapa dilakukan
pembatasan masalah?
c. Apa pentingnya menentukan
tujuan?
d. Bagaimana pedoman
perumusan tesis?
e. Bagaimana penyusunan
kerangka tulisan yang baik dan benar?
f. Bagaimana menentukan
judul?
g. Dari mana sajakah
pengumpulan bahan itu?
h. Bagaimana penulisan
karya ilmiah yang sistematis?
i. Bagaimana penyemprnaan
karya ilmiah dari segi isi, bahasa, dan tekhnik penulisan.
C. Tujuan
a. Dapat memilih dan
menentukan masalah
b. Dapat membatasi
masalah karya tulis ilmiah
c. Mengetahui
pentingnya menentukan tujuan penulisan
d. Mengetahui pedoman
perumusan tesis
e. Dapat menyusun
kerangka tulisan yang baik dan benar?
f. menentukan judul karya
tulis ilmiah
g. pengumpulan bahan
h. mengetahui penulisan
karya tulis ilmiah
i. dapat menyempurnakan
karya ilmiah dari segi isi, bahasa, dan tekhnik penulisan.
BAB II
Metode
Penelitian
A. Rancangan
Penelitian
Strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
Strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
B. Populasi dan
sampel
Populasi dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah:
1. Identifikasi dan batasan tentang populasi dan sampel.
2. Prosedur dan teknik pengambilan sampel.
3. Besarnya sampel.
Populasi dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah:
1. Identifikasi dan batasan tentang populasi dan sampel.
2. Prosedur dan teknik pengambilan sampel.
3. Besarnya sampel.
C. Instrumen
penelitian
Kemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable, setelah itu dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.
Kemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable, setelah itu dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.
D. Teknik
pengumpulan data
Bagian ini menguraikan:
1. Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2. Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3. Jadwal serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
Bagian ini menguraikan:
1. Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2. Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3. Jadwal serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
BAB III
Pembahasan
A. Perencanaan Tulisan
1. Pemilihan dan
penentuan masalah
Pekembangan peradaban
manusia serta perubahan ilmu pengetahuan menjadi samudera yang penuh dengan
masalah. Masalah terjadi karena adanya dua wujud tanggapan manusia terhadap
realitas alamiah dan merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa
yang terjadi,penyimpangan antara teori dengan praktik. Masalah berasal dari
bahasa arab yang bentuk jamaknya masa’il/problem dalam bahasa
inggris. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang
terjadi. Dan merupakan salah satu penyebab yang mendorong manusia untuk selalu
mencari jawabannya. Mc Guigan(dikutip dari Sevilla dkk.,1993:4) menyatakan
bahwa ada 3 keadaan yang dapat memunculkan masalah, yaitu:
a. Ada informasi yang
mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita(antara teori yang
diketahui dengan bukti-bukti empiris yang teramati)
b. Ada hasil-hasil yang
bertentangan
Maksudnya,apabila kita jumpai suatu
keadaan objek yang sama namun,pertama terjadi pertentangan antara hasil
penelitian dengan yang kedua. Sehingga bila terjadi
demikian,solusinya adalah dengan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang
ada,dengan jalan mengamati teori,metode,dan sumber data yang digunakan.
c. Ada suatu kenyataan
dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian.
Yaitu,berhubungan dengan suatu kondisi
peneliti menemukan bahasa tertentu atau aspek tertentu yang belum pernah kita
teliti.
Setiap penelitian
selalu berangkat dari masalah. Dan dalam segala penelitian ternyata kita
menemukan permasalahan ilmiah yang harus di atasi. Dengan demikian,penelitian
tidak lain adalah ikhtiar manusia yang dilakukan dalam upaya pemecahan masalah
yang dihadapi. Sebab,tidak jarang suatu penelitian membuka jalan masalah lain
yang tidak pernah terpikikan sebelumnya.
Adapun kriteria dalam
menetapkan masalah:
a. Apakah masalah ini ada
manfa’atnya?
b. Apakah masalah dapat
diteliti?
c. Apakah masalah itu
menarik untuk dipecahkan?
Menurut Jack R. Fraenkel dan Norman E.
Wallen:
a. Harus feasible
( Memungkinkan tuk diteliti)
b. Harus clear (
jelas)
c. Harus significant
(bermanfaat)
d. Harus ethic (tak
membahayakan pihak lain)
2. Pembatasan Masalah
Masalah yang
ditentukan haruslah spesifik. agar tidak terdapat banyak kendala seperti
terbatasnya waktu yang tersedia, biaya yang tidak memadai dan kemampuan
peneliti sendiri. Agar peneliti dapat menentukan masalah dengan lebih tepat, hendaknya
terdapat :
a. Terdapatnya 5 W untuk dijadikan acuan.
b. Masalah hendaknya
singkat , bermakna,dan tidak bermakna ganda. Selaras dengan pendapat para pakar
(Gay 1981:28; Yoseph & Yosep 1973:45). Masalah yang dibatasi, dapat
memungkinkan penarikan simpulan yang tegas.
3. Penentuan tujuan
Perlunya menentukan
tujuan yang jelas bukanlah hal yang berlebihan. Sebab, Tujuan yang jelas dalam
penelitian merupakan kunci keberhasilan. Tanpa tujuan yang jelas,peneliti
menghadapi ketidakpastian yang mengganggu sebab mereka kehilangan arah.
Penentuan tujuan memberikan landasan untuk merancang suatu penelitian dan
merupakan upaya yang sistematis untuk menjelaskan, memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi suatu masalah. tujuannya juga merupakan faktor
kunci dalam memberikan bentuk dan makna bagi karya tulis ilmiah kita. Tanpa
tujuan yang jelas,suatu karya tulis dapat dengan mudah diawali dengan langkah
yang salah,dan hasilnya tidak meyakinkan. Selama proses itu para peneliti
menghadapi kebingunan,ketidakpastian,dan rasa khawatir yang sangat mengganggu
karena sesuatu sebab mereka kehilangan arah.
Sebelum tujuan dapat
dirinci, perlu ditetapkan masalah apa yang dihadapi. Karena,alasan utama diadakannya
penelitian sebagai sarana mencapai tujuan. Adapun unsur pokok menetapkan tujuan
adalah (hal ini seharusnya menjadi jelas setelah beberapa pertanyaan dasar
berikut ini tetjawab) :
a. Apakah yang ingin
dicapai?
b. Masalah apa sajakah
yang penting?
c. Siapakah pihak yang
terlibat dan mendapatkan manfa’at?
d. Hal apa sajakah yang
akan berubah?
e. Mengapa penelitian itu
dibuat?
Dan,hendaknya unsur pokok ini
merupakan hal khusus yang menjadi cirinya.
4. Perumusan Tesis
Membuat tesis
merupakan kewajiban mahasiswa tingkat sarjana /pascasarjana. Menurut
Ndraha(1988), Tesis bertujuan untuk membangun teori baru atau mengembangkan
toeri lama. Berikut ini adalah format isian tesis :
1. Bagian awal
a. Halaman sampul
Berisi : judul secara lengkap, kata
tesis,nama,dan nomor pokok mahasiswa, lambing universitas dengan diameter 5
cm,dan diikuti dengan nama lengkap universitas, fakultas, jurusan dan waktu.
Semua huruf dicetak dengan huruf capital. Ukuran huruf adalah font 12-17.
b. Halaman Judul
Contoh: Penafsiran Muhammad
Rasyid Ridha terhadap ayat-ayat Al Qur’an tentang al Kitab. Halaman
judul terdiri 2 halaman. Halaman pertama, isi dan formatnya sama dengan huruf
sampul. Halaman judul kedua memuat:
1. Judul tesis
2. Nama mahasiswa
3. NPM
4. Nama program study
5. Logo universitas
6. Nama jurusan
7. Nama fakultas dan nama
universitas
8. Nama tempat dan tahun
penulisan
c. Abstrak
Intisari kandungan skripsi yang ditulis
dalam bentuk esai pendek. Bias bahasa arab atau inggris. Ditulis di satu
halaman, maksimal 2 halaman. Hanya menguraikan bagian yang penting secara
singkat dan padat tentang tema, tujuan, dan kesimpulan. Sehingga
karya ilmiah dapat tergambar secara ringkas dan jelas. Harus diingat, abstrak
bukanlah kesimpulan yang ditempatkan pada bagian awal KTI, bukan pula intisari
dari bagian pendahuluannya, atau eingkasan rumusan masalahnya.
d. Halaman persetujuan
pembimbing, berisi:
1. Judul halaman ‘’
Persetujuan pembimbing”
2. Teks persetujuan
3. Tanggal persetujuan
4. Tanda tangan, nama,
dan NIP pembimbing
e. Halaman pernyataan
keaslian kepengarangan
Unsur halaman ini:
1. Judul halaman
“Pernyataan keaslian”
2. Teks pernyataan “
Dengan penuh kesadaran, penyusun yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan
bahwa Tesis ini benar adalah hasil karya penyusun sendiri. Jika dikemudian hari
terbukti bahwa ia merupakan duplikat yang dibuat oanglain keseluruhan atau
sebagian, maka tesis ini beserta gelar yang diperoleh karenanya batal demi
hukum”
3. Tanggal pernyataan
4. Tanda tangan penyusun
5. Nama dan NIM penyusun
f. Halaman pengesahan
1. Kalimat “PENGESAHAN”
sebagai judul
2. Teks pengesahan
3. Tanggal pengesahan
4. Nama para tim penguji
, jabatan, dan tanda tangan asli mereka
5. Diketahui oleh dekan
fakultas
g. Kata pengantar
h. Daftar isi
Cara
penulisan:
1. Kata DAFTAR ISI ditulis
capital,tanpa garis bawah,dan tanpa titik
2. Unsur-unsur dari
bagian awal
3. Bab-bab
2. Bagian isi
a. Pendahuluan
1. Latar belakang masalah.
Bagian ini dititikberatkan pada alasan yang menuntut dilakukan penelitian. Ia
dirumuskan dalam bentuk pernyataan–pernyataan yang saling berhubungan, yang
didalamnya mengandung kesenjangan.
2. Identifikasi masalah.
Tahapan ini dilakukan setelah ditemukan masalah-masalah yang berhubungan dengan
bidang ilmu penelitian. Menurut Kerlinger(1973) dan Ari(1995),masalah yang akan
ditulis pada bagian ini umumnya disajikan dalam bentuk kalimat tanya. Pencarian
masalah yang sebanyak-banyaknya ini tercermin pada bagian latar belakang
masalah.
3. Batasan masalah. Upaya
untuk mempertegas aspek-aspek tertentu dari masalah yang akan diteliti.
Definisi sangat terbatas,dalam arti lebih kongkret dan terukur
4. Batasan penelitian
5. Rumusan masalah.
Bagian ini mencoba memformulasikan secara ringkas, jelas dan tajam tentang
permasalahan utama yang ada di latar belakang, batasan masalah, dan
batasan penelitian dalam satu paragraf dengan
menggunakan kalimat biasa.
Berikut beberapa tips untuk membuat
rumusan masalah:
a) Diawali dari kata
tanya 5W1H or ABDIKASIM (apa, bagaimana, dimana, kapan, siapa, mengapa). Pilih
salah satu jenis pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Kata tanya yang
paling sering digunakan adalah apa dan bagaimana.
b) Menentukan jenis karya
ilmiah yang akan ditulis.
c) Rumusan masalah
haruslah se-spesifik mungkin. Artinya hanya mencakup apa yang akan didiskusikan
pada penelitian serta harus didukung bukti atau teori yang spesifik.
d) Rumusan masalah
biasanya terlihat di akhir paragraf pertama dalam sebuah karya tulis ilmiah.
e) Tema terkadang berubah
pada waktu proses penulisan. Jadi dibutuhkan revisi untuk merefleksikan
kenyataan yang dipermasalahan pada penelitian.
f) Hipotesis penelitian.
Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara atau dugaan jawaban yang paling
memungkinkan walaupun masih harus dibuktikan dengan penelitian. Dugaan jawaban
sementara ini pada prinsipnya bermanfa’at membantu peneliti agar proses
penelitiannya lebih terarah.
6. Metode penelitian.
Kualitas hasil penelitian tergantung dari data yang didapat disamping proses
pengolahan yang dilakukan. Pada bagian ini,cukup dijelaskan secara ringkas
karena secara detail akan dijelaskan ulang pada bab khusus”laporan penelitian
yang sebenarnya”
7. Tinjauan pustaka.
Idealnya,dapat mengetahui hal-hal apa yang telah diteliti dan yang belum.
Sehingga tidak terjadi duplikasi penelitian. Uraian dalam tinjauan pustaka
dijadikan rujukan dalam perumusan kerangka berpikir,yang sepenuhnya digali dari
bahan yang ditulis oleh ahli dibidang ilmu yang berhubungan dengan penelitian.
8. Kerangka pemikiran.
Seluruh kegiatan penelitian,mulai dari tahap awal sampai tahap akhir harus
merupakan satu kesatuan kerangka pemikiran yang utuh dalam rangka mencari
jawaban ilmiah terhadap masalah yang diteliti. Kerangka ini dibuat dalam suatu
skema sehingga isi penelitian dapat diketahui dengan jelas. Dianjurkan kerangka
pemikiran ini dilengkapi dengan penjelasan secara narasi. Kerangka pemikiran
sepenuhnya menjadi milik peneliti,dengan mempertimbangkan informasi yang
dirumuskan dalam tinjauan pustaka,kemudian dijadikan rujukan dalam kegiatan
penelitian yang akan dilaksanakan.
9. Tujuan dan kegunaan
10. Garis-garis besar isi
tesis
b. Bab-bab penguraian
Memuat hasil penafsiran dan analisis
terhadap data yang telah dikumpulkan yang merupakan jawaban terperinci
c. Bab penutup
a. Kesimpulan
Yang ringkas,padat,dan tegas. Kesimpulan
ini harus merupakan jawaban yang tegas terhadap pokok masalah.
b. Saran
Sebelum kita menuju
pada penulisan karya ilmiah ada baiknya jika kita
mulai terlebih
dahulu dari yang paling sederhana, menyusun karangan. menyusun karangan bukan
berarti sekedar menyusun dengan bebas, adakalanya kita perlu langkah-langkah
yang berurutan agar terbiasa sehingga mudah dalam mengembangkantulisan
Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih kearah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. sedangkan karangan fiksi contoh realnya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang tak mungkin terjadi. Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. kali ini kita coba tinjau terlebih dahulu langkah-langkah menyusun karangan satu per satu
Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih kearah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. sedangkan karangan fiksi contoh realnya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang tak mungkin terjadi. Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. kali ini kita coba tinjau terlebih dahulu langkah-langkah menyusun karangan satu per satu
a) Menentukan tema dan
judul
b) Mengumpulkan bahan
c) Menyeleksi bahan
d) Membuat kerangka
B. Penentuan judul
Judul Merupakan cermin
dari jiwa seluruh pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Pada umumnya
judul disusun berdasarkan masalah yang telah ditetapkan.Oleh karena itu,judul
ditulis dalam kalimat yang menarik,serta mencerminkan isinya: deskriptif,atau
eksplanatif,atau prediktif.
C. Pengumpulan bahan
Tekhnik pengumpulan bahan:
1. Tekhnik wawancara
Tujuannya untuk memperoleh kontruksi
yang terjadi sekarang tentang orang,kejadian,aktivitas,perasaan,motivasi dan
sebagainya; rekontruksi keadaan tersebut telah terjadi pada masa lalu; proyeksi
keadaan tersebut yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang; dan
verifikasi,pengecekan dan pengembangan yang telah didapat sebelumnya( Lincolm
& Guba,1985).
Fungsi wawancara:
· Sebagai strategi utama
dalam mengumpulkan data
· Sebagai strategi
penunjang
2. Tekhnik observasi
Yaitu, mengenal,turut serta dan
mengamati aktivitas-aktivitas manusia kemudian berusaha melukiskan situasi dan
apa yang terjadi disana. Setelah itu, menentukan fokus penelitian dengan
menyempitkan pengumpulan datanya. Dan menyempitkan lagi penelitiannya dengan
melakukan observasi selektif sampai akhir pengumpulan data
3. Angket
Yakni suatu pengumpulan data dengan
memberikan daftar pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon
atas daftar pernyataan tersebut.
4. Tekhnik dokumentasi
Mengumpulkan bahan dari sumber non
manusia. Terdapat alasan mengapa digunakan sumber ini yakni sumber ini selalu
tersedia dan murah/efisien.
5. Analisis data
Proses pengaturan secara
sistematis bahan-bahan yang telah didapat untuk meningkatkan pemahaman
terhadap bahan-bahan tersebut agar dapat dipresentasikan kepada
oranglain (Bogdan dan Biklen,1982)
D. Penulisan Karya Ilmiah
a. Bagian awal
1. Halaman sampul
2. Halaman judul
3. Abstrak
4. Halamn persetujuan
pembimbing
5. Halaman pernyataan
penulis
6. Halaman pengesahan
7. Halaman pengantar
8. Daftar isi
b. Bagian inti
1. Bab I Pendahuluan
2. Bab II Kajian Pustaka
3. Bab III Metode
penelitian
4. Bab IV Hasil
penelitian
5. Bab V Pembahasan
c. Bagian penutup
1. Daftar pustaka
2. Pernyataan keaslian
tulisan
3. Lampiran
4. Riwayat hidup singkat
penulis
E. Penyempurnaan karya
ilmiah
a. Bagian isi
Isi bagian ini sangat bervariasi, lazimnya
berisi kupasan,argumentasi,pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang
dibicarakan. Banyak sub tidak ditentukan, tergantung kecukupan kebutuhan
penulis menyampaikan pikiran-pikiran. Dengan sistematika yang logis,
sejauh mungkin menjauhi sikap tertutup. Walaupun demikian,perlu dijaga agar
tampilan tidak terlalu panjang.
b. Bagian bahasa
Ciri-ciri bahasa ilmiah adalah
obyektif,jelas,cermat,dan konsisten. Pernyataan yang bersifat ambigu. Karna
bahasa ilmiah adalah bukan bahasa dakwah atau bahasa popular dan jauh dari
bahasa pasaran atau bahasa gaul.
Harus diperhatikan penggunaan huruf
capital,huruf kecil,tanda koma,tanda titik,tanda hubung,dan tanda baca lainnya.
Kata asing yang belum menjadi kosa kata bahasa Indonesia hendknya ditulis dengan
huruf miring.
c. Bagian teknik
penulisan
a. Teks (bagian tubuh
penulisan)
1. Pengaturan margin
a. Margin kiri dan atas,
4 cm dari kertas
b. Margin kanan dan
bawah, 3 cm dari ujung kertas
c. Tidak timbale balik
2. Pengaturan posisi
judul halaman-halaman judul
a. 4cm dari ujung atas
kertas
b. Semua judul diketik
dengan huruf capital dan ditebalkan
3. Jarak spasi antarbaris
dan jarak ketukan antar kata
a. Jarak antar nomor bab
dengan judul bab adalah 2 spasi
b. Jarak judul bab dengan
sub bab adalah 4 spasi . dan jarak subbab dengan baris pertama teks adalah 2
spasi
c. Teks diketik dengan
jarak exactly 24pt. untuk menjaga kerapian teks
d. Abstrak,riwayat hidup
dan keterangan lain dilampirkan ,diketik 18pt
e. Daftar pustaka diketik
dengan jarak 12pt dan diakhiri dengan titik.
f. Antara setiap kata
dengan kata berikutnya berjarak 1 ketukan.
BAB IV
Penutup
A. KESIMPULAN
Karya
tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian
ilmiah yang telah dilakukan dalam bentuk makalah,dan tesis. Adapun bahasa yang
digunakan adalah bahasa ilmiah yang obyektif dan jelas.Menyusun atau membuat
karya tulis ilmiah merupakan suatu rangkaian kegiatan mengungkapkan hasil
pemikiran dalam bentuk tulisan dengan memenuhi criteria dan etika penulisan
ilmiah.
B. SARAN
Ø Tidak boleh berat
sebelah
Ø Ciptakan suasana yang
nyaman dalam berdiskusi
Ø Menerima pendapat yang
ada dari kelompok lain
Ø Perbanyak membaca